Jumat, 20 September 2013

KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA


Berdasarkan cara kerjanya, komponen elektronika diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu komponen pasif dan komponen aktif.

1. Komponen pasif  : adalah   komponen elektronika yang dapat beroperasi tanpa memerlukan arus atau tegangan listrik tambahan saat bekerja
Contoh :
  1. Resistor (tahanan)
    • Resistor tetap yang memiliki nilai tahanan (resistansi) tetap.
    • Resistor Variable  yang memiliki nilai tahanan bervariasi.
  2. Kapasitor (Condensator)
    • Kapasitor tetap yang memiliki nilai kapasitansi tetap.
    • Kapasitor Variable (Varco) yang memiliki nilai kapasitansi bervariasi.
  3. Inductor (kumparan)
  4. Trafo (Transformator)
  5. Relay
  6. Saklar (switch)

 2. komponen aktif  : adalah komponen elektronika yang memerlukan arus atau tegangan internal (sumber tambahan) untuk dapat beroperasi.
Contoh :
  1. Dioda
    • Dioda Bridge
    • Photo Dioda
    • Dioda Zener
    • Dioda Pemancar Cahaya (LED)
    • Dioda Scottky
  2. Transistor
    • Transistor Efek Medan
    • Transistor Bipolar
    • Transistor IGBT
    • Transistor Darlington
    • Photo Transistor
  3. IC (Integrated Circuit)
    • IC Analog
    • IC Digital
 Komponen aktif ini dapat menguatkan dan menyearahkan arus listrik, komponen aktif juga dapat mengubah bentuk energi menjadi energi lain.

 
            Dari kedua jenis komponen tersebut, berdasarkan fungsinya komponen elektronika dapat dibagi  menjadi tranducer, sensor, dan actuator.

Sensor:
  1. LDR (Light Dependent Resistance)
  2. Solarcell
  3. NTC (Negative Temperature Coeffisient)
  4. PTC (Positive Temperature Corfficient)
  5. Ultasonic.
  6. Bimetal
 Tranducer:
  1. LDR (Light Dependent Resistance) : Resistansi berubah karena pengaruh perubahan intensitas cahaya
  2. Solarcell : Tegangan dihasilkan karena cahaya.
  3. NTC (Negative Temperature Coeffisient) : Resistansi mengecil jika temperature meninggi.
  4. PTC (Positive Temperature Corfficient) : Resistansi membesar jika temperature mengecil.
  5. Microfon (Mic) : Tegangan berubah karena pengarus perubahan suara.
 Actuator:
  1. Speaker
  2. LED
  3. Lampu

Kamis, 19 September 2013

CARA KONEKSI INTERNET INDISCHOOL

IndiSchool@wifi.id adalah layanan akses Internet menggunakan teknologi wifi yang disediakan oleh Telkom untuk Sekolah Anda. Akses IndiSchool@wifi.id bisa menggunakan Komputer, Laptop, netbook, tablet dan Smartphone. Alat Bayar Indischool@wifi.id menggunakan SMS dari Telkomsel atau Flexi dan menggunakan SPINCARD.
Cara koneksi internet INDISCHOOL

Cari dan conect kan Indischool@wifi.id
Buka browser anda, ketik sembarang, nanti akan muncul Welcome page Indischool
Pilih alat bayar:

- SMS (Telkomsel dan Flexi), caranya kirim SMS :
Paket Gratis     : Ketik Indi <spasi> Free Kirim Ke 2323
                          USERNAME dan PASSWORD ada pada balasan SMS
                          tarifnya GRATIS (hanya digunakan 30 menit / 1/2 jam)
Paket Harian    : Ketik Indi  <spasi> 1000 Kirim Ke 2323
                          USERNAME dan PASSWORD ada pada balasan SMS
                          tarifnya Rp.1000 (cuma bisa digunakan 1 hari / 24 jam)
Paket Bulanan  : Ketik Indi  <spasi> 20000 Kirim Ke 2323
                          USERNAME dan PASSWORD ada pada balasan SMS
                          tarifnya Rp.20.000 (bisa digunakan 30 hari / 1 bulan)

- SPINCARD
Jika menggunakan Spincard otomatis langsung masuk ke Page Spincard
Kalau Spincard kalian baru, kalian langsung aja masukin Username dan Password di halaman Login
Jika Spincard kalian pernah dipakai maka pilihlah pilihan ini :

  1. Cek status : untuk mengetahui Status Spincard kalian Aktif atau tidak Aktif, jika spincard kalian Aktif  maka langsung aja bisa digunakan untuk Login
  2. Beli paket : untuk mengetahui Balance (saldo) Spincard kalian dan untuk membeli paket  Indischool (Rp.1000/hari) sehingga membuat status Spincard kalian langsung Aktif
  3. Top Up :untuk melakukan Top up dengan menggunakan Voucher fisik Flexi, Top up juga bisa membeli langsung di FKIOS di outlet HP terdekat (Username Spin card bisa sebagai nomer flexi untul diisi di oleh FKIOS)
Jika status kartu kalian sudah Aktif ,  Silahkan langsung aja Login

SPIN Card ini ada dua :
Dengan harga 1.000
Dengan harga 5.000
   
Perbedaan harga mempengaruhi dari akses kecepatan, berikut perbedaannya :

Harga 1000 :  Pada SPIN Card ini, akses kecepatan yang diperoleh hanya di bawah 300 Kbps
                      USERNAME dan PASSWORD ada di belakang SPIN Card

Harga 5000 :  Pada SPIN Card ini, akses kecepatan yang diperoleh up to 1 Mbps
                      USERNAME dan PASSWORD ada di belakang SPIN Card

Model Kartu SPIN :

Minggu, 15 September 2013

Multimeter (AVO Meter) dan Cara Menggunakannya

Multimeter (AVO Meter) dan Cara Menggunakannya

Multimeter (AVO Meter) adalah salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengukur Arus listrik (Ampere), Hambatan listrik (Ohm) dan tegangan listrlk (volt).

Ada dua kategori multimeter :  
1.   Multimeter analog : multimeter yang hasil pengukurannya ditunjukkan oleh jarum,
       cara membaca hasil pengukurannya harus jeli melihat jarum penunjuknya.
Sumber : wikimedia.org
2.   Multimeter digital / DMM (digital multimeter) : multimeter yang tampilannya 
       menggunakan tampilan angka, dan keunggulannya lebih akurat hasil 
       pengukurannya, 
Sumber : wikimedia.org


Kedua kategori multimeter diatas fungsi dan cara penggunaannya sama, masing-masing dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.


Multimeter / AVO Meter dilengkapi dengan dua kabel pencolok/kabel penyidik (probe) yang masing-masing berwarna merah dan hitam.  Untuk dapat bekerja, avometer memerlukan sumber listrik berupa battery. Dalam penyimpanan yang cukup lama, battery ini harus dilepaskan.

Umumya pada avometer terdapat bagian-bagian sebagai berikut :

  1. Saklar Jangkah : Saklar jangkah ini digunakan untuk memilih jenis besaran yang yang akan diukur (Ampere, Volt maupun Ohm) dan saklar jangkah juga menunjukkan batas skala pengukuran.
  2. Sekerup Kontrol NOL : Untuk mengatur posisi jarum, sebelum pengukuran, jarum harus menunjukkan tepat angka NOL, bila tidak sekerup kontrol NOL ini diputar untuk diatur ulang.
  3. Kabel Penyidik : digunakan untuk menempelkan ke obyek yang di ukur. Kabel MERAH dipasang pada lubang PLUS dan kabel hitam dipasang pada lubang MINUS atau COMMON.
Multimeter / AVO Meter harus digunakan secara tepat, yang sangat perlu dan selalu diperhatikan adalah pemilihan saklar jangkah yang tepat/ pemilihan obyek yang akan diukur. Kesalahan pemilihan jangkah dapat mengakibatkan kerusakan avometer misalnya pengukuran voltage dengan jangkah pada posisi OHM, maka akibatnya akan fatal bisa menyebabkan AVO meter rusak. Bila besaran yang diukur tidak dapat diperkirakan sebelumnya, harus dibiasakan memilih jangkah/skala tertinggi. Setiap selesai pengukuran, dibiasakan meletakkan jangkah pada posisi OFF atau VDC angka tertinggi.

 MENGUKUR HAMBATAN / RESISTANSI
Putar saklar jangkah pada posisi OHM (misalnya x1, x10 atau x1k) , kemudian kalibrasi dengan cara ujung kabel penyidik merah dan hitam disentuhkan dan lakukan zero seting (jarum menunjuk pada angka nol) dengan cara putar sekrup tombol nol dan putar pula tombol kontrol nol.

Multimeter dan Cara Menggunakannya
Cara mengukur Resistor
Cara mengukur Resistor bisa anda lihat pada gambar diatas. Hasil pengukuran, misalnya apabila jarum penunjuk menunjuk pada angka 4,5 ohm, sedang saklar jangkah kita posisikan pada x10 maka hasil pengukurannya adalah 4,5 x10 = 45 Ohm, jadi resistor yang kita ukur mempunyai hambatan 45 Ohm.

MENGUKUR TEGANGAN DC
Perkirakan tegangan yang akan diukur, letakkan saklar jangkah pada skala yang lebih tinggi. penyidik merah pada positif dan hitam pada negative.
Multimeter dan Cara Menggunakannya
Cara mengukur tegangan DC
Hasil pengukuran akan ditunjukkan oleh jarum penunjuk (analog) dan angka jika anda menggunakan AVOmeter Digital. Satuannya adalah Volt DC

MENGUKUR TEGANGAN AC
Seperti halnya pada pengukuran VDC, perkirakan tegangan yang akan diukur, letakkan jangkah pada skala yang lebih tinggi jika tidak diketahui pasang jangkah pada posisi skala tertinggi agar AVOmeter tidak rusak. Pada umumnya AVOmeter hanya dapat mengukur arus berbentuk sinus dengan frekuensi antara 30 Hz30 KHz. Hasil pengukuran adalah tegangan efektif (Veff). Hasil pengukuran akan ditunjukkan langsung oleh jarum penunjuk (analog) dan angka jika anda menggunakan AVOmeter Digital. Satuannya adalah Volt AC 

Cara Pembacaan Tegangan DC/AC adalah :

http://efraimmasarrang.files.wordpress.com/2012/07/rumus-multimeter.jpg


MENGUKUR ARUS (SEARAH) 
Rangkaian yang akan diukur diputuskan pada salah satu titik, dan melalui kedua titik yang terputus tadi arus dilewatkan melalui avometer, sebelumnya muatan semua elco didischarge.
Multimeter dan Cara Menggunakannya
Cara mengukur arus listrik
Hasil pengukuran akan ditunjukkan langsung oleh jarum penunjuk (analog) dan angka jika anda menggunakan AVOmeter Digital. Satuannya adalah Ampere.

CARA CEK KONDENSATOR
Sebelumnya muatan kondensator didischarge. Posisikan saklar jangkah pada OHM, tempelkan penyidik merah pada kutub POSITIF dan hitam pada NEGATIF. Bila jarum menyimpang ke KANAN dan kemudian secara berangsur-angsur kembali ke KIRI, berarti kondensator baik. Bila jarum tidak bergerak, kondensator putus dan bila jarum mentok ke kanan dan tidak balik, kemungkinan kondensator bocor.
Multimeter dan Cara Menggunakannya
Cara Menguji Kondensator
Pemilihan skala batas ukur X 1 untuk nilai elko diatas 1000uF, X 10 untuk untuk nilai elko diatas 100uF-1000uF, X 100 untuk nilai elko 10uF-100uF dan X 1K untuk nilai elko dibawah 10uF.

CARA MENGUJI DIODA
Dengan jangkah OHM x1 k atau x100 penyidik merah ditempel pada katoda (ada tanda gelang) dan hitam pada anoda, jarum harus ke kanan. Panyidik dibalik ialah merah ke anoda dan hitam ke katoda, jarum arus tidak bergerak. Bila demikian berarti dioda dalam keadaan baik.Cara demikian juga dapat digunakan untuk mengetahui mana anoda dan mana katoda dari suatu diode yang gelangnya terhapus.
Multimeter dan Cara Menggunakannya
Cara Menguji Dioda
Dengan Saklar jangkah pada posisi VDC, bahan suatu dioda dapat diperkirakan dengan cara merangkai pada gambar dibawah. Bila tegangan katoda anoda 0.2 V, maka kemungkinan dioda germanium, dan bila 0.6 V kemungkinan dioda silicon.








Multimeter dan Cara Menggunakannya
Cara Menguji Dioda